Saat Covid-19 Luluhkan Asa, Masih Ada Oase Segar untuk Para Pemilik Malam


Pria baya ini bersyukur saat malam hari tiba-tiba menerima paket makanan di saat duduk di becaknya menunggu penumpang. Di tengah penghasilan yang menurun, untuk sekadar menikmati sebungkus nasi, mungkin malam itu dia tak cukup uang untuk bisa ditukarkan dengan sebungkus nasi lauk sayur. (Foto: Dok. NS Trade System)



NS Trade System – Berangsur petang, matahari ingin tidur dan saatnya memberikan waktunya kepada sang malam.


Beberapa orang terlihat ingin mengasuh dan berbaring di sisa teras bangunan-bangunan sudut kota. Tak ada alas apalagi bantal empuk untuk melepas lelah.


Di antara mereka terlihat kumal dengan kulit licin berpeluh, seperti tak sempat tersentuh air.


Setelah mencari posisi nyaman, mereka segara berbaring untuk beristirahat.


Kini mereka sudah bersiap menjadi santapan keroyokan nyamuk kecil yang asyik berkumpul di ujung kaki dan lengan tangan. Tapi gangguan kecil dari nyamuk imut itu tak dirasakan. Yang penting mata bisa terpejam.


Dan, aahh….betapa leganya menaruh punggung badan yang seharian digunakan untuk berjalan puluhan kilometer mencari botol plastik atau sisa kardus untuk ditukar rupiah.


Disitu ada juga yang lain. Seorang tua renta usai mengayuh becak, malam itu dia ingin beristiharat di dalam becaknya. Lumayan empuk, meskipun kepalanya hanya disandarkan seadanya di rangka-rangka besi samping bangku becak.


Mereka seperti ikhlas menjadi kaum yang diremehkan dari hiruk pikuk kota. Kota yang seolah sudah melupakan kohesi sosial, sehingga menjadi abai bila ada entitas kecil yang rentan, lemah dan rapuh dalam segalanya.



Serangan Omicron dan Delta melumpuhkan semua kehidupan. Dampak yang paling terasa adalah terhadap mereka yang tidak mampu, sebab pendapatannya turun ke titik minus. Uluran tangan donasi berupa makanan yang dilakukan Team NS Trade System, sedikit membantu mereka yang mengalami kesulitan di masa pandemi Covid-19. (Foto: Dok. NS Trade System)



Ulurkan Paket Makanan Saat Omicron dan Delta Tak Bersahabat


Di tempat terpisah, segelintir anak-anak muda, entah terdorong oleh spirit dari mana, mereka sejak siang hingga sore sibuk mempersiapkan diri memasukan paket-paket makanan dan Sembako yang sudah dibuntal dalam kemasan tas kresek.


Satu per satu paket ditata rapi di dalam bagasi. Lalu penuh, disusul bagasi kedua, ketiga dan keempat. Ya, 4 bagasi mobil kini penuh dengan paket makanan dan langsung bergerak, menyebar di semua sudut Kota Solo.


Mereka bergerak dari kantor manajemen NS Trade System di kawasan Kartasura. Team NS (demikian akrab disebut), mulai menyusuri ruas jalan demi ruas jalan.


Bukan tanpa risiko, karena ‘Project NS Berbagi’ kali ini dilakukan di tengah tingginya penyebaran Covid-19 pada Bulan Mei 2020 dan 2021. Amukan virus korona ini sangat menakutkan warga karena korban bergelimpangan hampir tiap hari.


Agenda bermuatan kebaikan itu dilakukan dalam beberapa kali. Pada medio April dan Mei 2020 dilakukan ‘Project NS Berbagi’ berkeliling di sudut-sudut Kota Solo.


Berikutnya menyusul bulan April dan Mei 2021 mereka melakukan lagi ‘Project NS Berbagi’, di tengah tingginya kasus meninggal karena mengamuknya varian Delta.


Team NS memberanikan diri menembus amukan Delta dan Omicron, hanya untuk membagikan paket ketulusan agar banyak orang sedikit terbantu dari rasa lapar dan imunitasnya terjaga


Founder NS Trade System, Narko Santoso juga turut dalam rombongan Team NS Berbagi. Menuju emperan toko, Narko membawa paket makanan dan Sembako untuk dibagikan satu per satu ke mereka yang sedang beristirahat.


“Kita membagi-bagikan Sembako kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Narko saat bersama teamnya bergerak menyusuri jalanan di Kota Solo.


Team lain turut membantu dan dengan santun menghampiri, menyapa dan membagikan senyum ke para gelandangan, Supeltas (sukarelawan pengatur lalu lintas), penjaga pintu kereta, ojek online, tukang becak, pemulung, penjual bakso keliling, penjual siomay, penjual jagung godog, dan masih banyak lagi.


Paket makanan yang berada di tangan mereka, seolah menjadi ‘oase’ setelah beberapa hari mereka mungkin lupa akan rasa lapar.


Atau barangkali ada anak perempuan yang masih mungil, tidur dalam dekapan ibunya. Dia tadi pagi menangis menahan lapar dengan bekas lelehan tangisnya yang tak lagi basah.


Kini ibu dan anaknya bisa tersenyum karena malam itu perutnya tak lagi kering, sembari kembali tidur dan bermimpi bila esok Tuhan masih memeliharanya.



Team Putri NS turut membagikan langsung paket makanan ke mereka yang setiap malam tidur di emperan toko. Team NS selalu ingin menebar kebaikan sekecil apapun langkahnya. (Foto: Dok. NS Trade System)



Langkahnya Sigap, Tak Ragu Mendekat


Team NS tetap menjaga sikap santun ketika menyampaikan setiap paket yang dibagikan. Hal itu diperlihatkan dengan gestur tubuh yang menghormati mereka, terutama terhadap mereka yang sepuh, setiap kali menghaturkan paket-paket tersebut.


Semua Team NS yang bergerak malam itu, ada juga team putri. Langkah kakinya sigap dan lincah. Sapa tuturnya terlihat ramah, lalu dibalas dengan sikap hangat oleh mereka yang tengah bersiap memeluk malam. Team NS tak ragu ketika membagikan semua paket makanan dan Sembako ke mereka yang berhak.


Begitu menerima paket makanan, mereka menyantapnya dengan lahap dan rasa syukur. Setidaknya, malam itu mereka bisa memejamkan mata dengan doa dan mimpi untuk bertemu tangan-tangan lembut malaikat yang berharap bisa merawatnya esok hari.


Team lain, terlihat perlahan menjalankan mobil untuk menghampiri satu per satu dan mengulurkan paket makanan tersebut. Terkadang cukup membuka jendela mobil, namun juga kerap turun menyampaikan dekat dengan para penerima.


Wajah renta tukang becak yang tak sempat pulang ke rumah dan bermalam di sudut kota, sumringah ketika uluran paket makanan tersebut mereka terima.


Di tengah sepinya penumpang dan surutnya penghasilan, bisa dipastikan betapa sulitnya para tukang becak untuk menghadapi hidup di masa pandemi.


Meskipun seluruh Team NS menyadari dampak serius terkena serangan varian Delta atau Omicron, namun dorongan niat tulus membantu banyak orang tak mampu, jauh lebih penting bagi mereka.


Kebesaran hati dan panggilan nurani dalam menebar kasih dan kebaikan memang tak banyak yang melihat. Mereka yakin apa yang dilakukannya adalah bagian dari ziarah batin dan ibadah untuk Sang Khalik.


Usai menyusuri sudut-sudut kota yang makin sepi lantaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sebagai dampak pandemi Covid-19, pada akhirnya semua team kembali pulang ke rumah dengan perasaan lega.


Mereka tak sadar, bila apa yang sudah dilepas ke semesta, yaitu kebaikan, kelak akan berdampak luar biasa yaitu menerima kebaikan yang tak kalah luar biasanya baik untuk bisnis NS Trade System maupun terhadap semua pribadi yang terlibat. (*)



11 tampilan0 komentar