Kisah Trader Muda, Narko Santoso: Sukses Tapi Masih Suka Pakai Sandal Jepit


Founder NS Trade System, Narko Santoso saat memberikan edukasi ke para trader. Narko terus belajar dari pengalamannya jatuh bangun sebagai trader sejak usia 19 tahun. (Foto: Dok. NS Trade System)



NS Trade System – Bila bertemu dengan sosok anak muda yang satu ini, mereka dipastikan akan terkesan dengan attitudenya.


Sikap santun, terlebih terhadap orang yang lebih tua darinya, selalu melekat pada dirinya. Keramahan itu tak pernah hilang sampai sekarang, meskipun tangga keberhasilan finansialnya sudah diperoleh.


Wijanarko Putro Santoso atau akrab disapa Narko Santoso adalah Founder dari NS Trade System. Dia adalah trader muda dan mendirikan perusahaan yang bergerak dalam edukasi trading, khususnya trading forex.


Saat ini Narko telah bertransformasi lebih jauh. Tak hanya total sebagai trader, namun juga sebagai edukator yang banyak ditunggu-tunggu di berbagai kota. Sikapnya yang natural dalam membagikan ilmu dan pengalamannya, membuat para trader merasa lebih gampang belajar trading.


Narko dikenal sebagai anak muda yang ramah, murah senyum dan energik. Anak muda ini juga memiliki sifat humoris. Hal itu sering dia tunjukkan dalam konten-konten di instagramnya.


Mendapatkan amanah rezeki yang dititipkan-Nya, membuat Narko tak lupa untuk berbuat kebaikan sekecil apapun yang bisa diperbuatnya. (Foto: Dok. NS Trade System)



Selalu Berkembang


Dia pria yang sangat menyukai perubahan dan mengikuti tren. Itu sebabnya, nalurinya secara otentik ingin membangun usahanya dengan mengikuti perkembangan.


Mulai dari penyempurnaan infrastruktur teknologi yang ada dalam perusahaanya, konten-konten materi di media sosial, hingga gaya atau style yang dipakai, selalu disesuaikan dengan kekinian.


Narko dengan cepat bisa menangkap peluang atau tren yang sedang berkembang. Maka semua team yang berada dalam koordinasinya, bisa dengan cepat diminta untuk mengeksekusi gagasan dan ide yang baru saja dia dapat.


Tentang tren itu sendiri juga sering termanifestasi dari gaya atau style yang sering dia tampilkan. Karena dinamikanya adalah anak muda, maka tak jarang bila model rambut masih sering mengikuti tren.


Narko Santoso, di tengah aktivitasnya, sering menyempatkan kontemplasi sebagai bagian dari proses healing, agar selalu menjadi manusia yang lebih matang dan tahan akan proses. (Foto: Dok. NS Trade System)



Tahan akan Proses


Namun dibalik sikapnya yang ramah dan murah senyum, Narko muda ini adalah sosok yang tangguh dan tahan akan proses.


Bisnisnya yang cukup mapan saat ini, tak lepas dari usaha kerasnya selama lebih dari 7 tahun jatuh bangun dia jalani.


Narko mengenal trading sejak usia 19 tahun. Di usia yang masih belia, Narko sudah mulai tertarik dalam dunia trading forex.


Meski dia hanya lulusan SMK bidang mesin, namun ternyata rejekinya justru bukan di bidang permesinan.


Narko juga mengakui bila sebelumnya memang tidak pernah tertarik pada bidang yang terkait dengan ekonomi. Namun entah mengapa, begitu mengenal trading forex, hatinya ingin terus mendalami dunia tersebut.


Uniknya, karena forex adalah bisnis yang high return sekaligus high risk, namun Narko tak mau merubah keputusannya untuk menggeluti profesi trader dan terus belajar.


Bahkan di usia yang masih belia, Narko sudah pernah beberapa kali mengalami kerugian. Mulai kerugian Rp 80 juta, Rp 300 juta hingga Rp 1,5 miliar pernah dia alami.


Bahkan dia sempat drop dan tidak ingin keluar kamar. Bertemu orang saja juga tak percaya diri. Dia sempat bekerja serabutan dengan honor Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari.


Di tengah mencari pekerjaan serabutan, Narko sempat membuka online shop roti. “Tapi akhirnya memilih fokus di trading ketika roti juga berkembang,” imbuh dia.


Pria yang selalu tersenyum ini juga pernah menjajal bekerja di sebuah toko listrik. Namun pekerjaan itu dia tinggalkan.


Narko memiliki cara untuk mengubah energi negatif, yang biasanya sering menerpa trader, yaitu segera melakukan proses healing.


“Kadang butuh healing dan merefresh pikiran, biasanya dengan liburan tipis-tipis ke luar kota atau ke hotel tinggi dan melihat pemandangan kota,” tuturnya.


Diakuinya, sebagai orang beriman, dirinya tak pernah melepaskan peran Tuhan untuk menuntun setiap langkahnya. “Yang paling berperan dalam hidupku, Tuhan dan circle terdekat, team NS, keluarga dan sahabat,” kata Narko.


Sebelum mengenal trading, Narko juga pernah kerja sebagai karyawan di bidang garmen. Namun semuanya itu tak membuatnya nyaman. Narko selalu tergoda untuk ingin mempunyai usaha sendiri.


“Hingga bisa pada posisi ini tentunya bukan proses mudah dan instan. Justru saya belajar lebih cepat, belajar lebih banyak, dan mengenal pahitnya dunia lebih dulu dari pada kebanyakan orang di usia saya,” demikian ujar Narko yang dikutip dari Instagram @narkosantoso.


Narko Santoso adalah pribadi yang simple dan tak neko-neko. Dia tetap merasa seperti orang kebanyakan, ingin santai, casual dan bersandal jepit. “Saya cuma orang biasa yang bercita-cita hidup bahagia, yang bisa kemana saja dan kapan saja saya inginkan,” itu prinsipnya. (Foto: Dok. NS Trade System)



Sandal Jepit


Sebagian anak muda yang sebaya, mungkin masih banyak yang dimanjakan dengan uang jajan dari orangtua dan menikmati gemerlap dunia anak muda. Berbanding terbalik dengan Narko, pada usia sebelia itu, dia sudah mengalami pahitnya dunia di usia muda.


Kerugian besar yang pernah dialaminya berkali-kali tak mengurungkan niat Narko meninggalkan dunia trading. Bahkan dia semakin tertarik untuk mempelajari lebih dalam bidang tersebut. Hingga saat ini dia berhasil mempunyai team yang bekerja dalam perusahaan yang dibangunnya.


Meskipun sudah memiliki apa yang menjadi keiinginannya selama ini, namun Narko tetap seperti Narko apa adanya. Sosok anak muda yang tidak suka formal, dan suka yang casual dan santai.


Kaos dan sandal jepit selalu setia menemaninya kemana saja dia pergi. Mengendarai mobil merah kesayangannya pun, juga cukup hanya berkaos dan bersandal jepit.


“Btw (by the way-red) saya bukan orang kaya gaes, bukan orang yang mau disebut sultan-sultanan juga, juga bukan seorang crazy rich. Saya cuma orang biasa yang bercita-cita hidup bahagia, yang bisa kemana saja dan kapan saja saya inginkan,” demikian dia pernah menulis di instagramnya.


Ungkapan itu adalah otentik yang menggambarkan diri Narko sebenarnya. Narko sangat jauh dari sikap glamour. “Narko itu tidak suka formal. Suka berpakaian yang casual dan hampir jarang pakai sepatu,” ujar Ade, yang pernah menjadi teman satu kelasnya di SMK.


Pria yang kini sibuk menjadi edukator di berbagai kota itu, memang sangat menghargai semua proses hidup yang sudah dia kerjakan.


“Jika kamu hari ini mungkin sedang mengalami hal pahit di atas, maka sebenarnya kamu sedang dibentuk, mentalmu sedang diuji, kualitas kepribadianmu sedang dinilai, dan di level mana kamu bisa sukses nantinya,” itu kutipan pernyataan Narko yang pernah diposting di instagramnya.


Narko ingin mengajak kepada siapa saja untuk melihat harapan di setiap kesulitan yang sedang menimpa kita. Dalam proses yang panjang, manusia pasti akan menemukan cara yang pas, dimana akan bisa membawanya pada keberhasilan.


Bagi anak muda yang ingin meraih impian dan harapannya, dia memiliki pesan, “Sukses itu proses, bukan sebuah tujuan. Jadi bangun kebiasaan orang-orang sukses agar kesuksesan itu bisa bertahan lama, bukan hanya sementara.”


Dirinya sudah membuktikan, bahwa kesabaran dan usaha merupakan kunci untuk membuka pintu harapan dan masa depan yang lebih baik. (*)


30 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

JENIS ORDER